Sabtu, 4 Julai 2015

™~Warna-warni Kehidupan~®



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Salam muafakat dan sejahtera untuk semua...
Semoga kalian sentiasa....
Dalam rahmat, taufik, hidayah dan inayahnya...

Warna-warni kehidupan...
Mewarnai seluruh alam insan...
Lahirnya bagai putihnya kain...
Bersih, suci dan murni hanya kiasan...

Corak dan warna tiada dalam ingatan…
Ibu-bapalah yang mewarnai kehidupan....
Islam, Nasrani mahupun Majusi bergantung pada corakan...
Agama, bangsa dan budaya pada insan...

Warna-warni mewarnakan perwatakan...
Baik atau buruk itu terpulang pada insan...
Sikap dan watak orang tuanya menjadi pantulan...
Itulah dia warna-warni kehidupan…

Warna-warni kehidupan itu indah pada corakannya...
Mengikut watak dan peranannya...
Menyelusuri harapan dan masa..
Dari budak hingga dewasa...
Memeriahkan dunia fana...
Alam ciptaanNya...




Ini cerita dalam cerita...

Warna-warni kehidupannya...
Melambangkan perbezaannya...
Percakapan, perbuatan dan hatinya...
Maka akal dan nafsu main peranannya...
Engkau adalah engkau katanya....
Aku adalah aku, akuinya...
Mengabui pandangannya...

Keindahan warna-warni ikut pandangan
Menghimpunkan semua warna untuk satu kebenaran...
Itulah persamaan...
Menyatukan segala ciptaan...
Untuk kembali pada empunya ciptaan...

Merenung warna dalam kehidupan...
Agar sedar batasan pandangan...
Menilai diri ikut sunnah dan al-Quran..
Itulah panduan akhir zaman…
Laksanakan amanah yang telah dijanjikan...
Selagi nyawa dikandung badan...
Membawa tauladan dan pesan...
Setiap zaman...
Menjadi seorang insan...
Warna-warni kehidupan....
Wallahualam bissawab....
‪#‎warnawarnikehidupan‬
‪#‎perbezaanbukanpersamaan‬

Khamis, 2 Julai 2015

SIDDIQ



As-Siddiq gelaran diberi...
Membenarkan risalah Nabi...
Apa yang rasul kata semuanya hakiki...
Tiada keraguan didalam diri...

Luhurnya budi pekerti...
Datangnya dari hati...
Tiada iri hati...
Menabur budi pada insani...

Duhai manusiawi...
Tauladan sudah diberi...
Mengapa perlu cari salah lagi..?
Katanya kebenaran yang dicari...
Alangkah rugi...
Kebenaran dalam diri sudah dinafi...
Terhijabnya diri...
Atas perbuatan dan kalam sendiri...
Sampai bila pun tetap lupa diri...

Risalah Nabi sudah lama diberi...
Alangkah rugi...
Ibadah mu ikut kehendak diri....
Tunggangan nafsu abadi..

Sampai bila pun takkan dikau temui...
Kononnya ilmu tauhid tinggi...
Masih tertipu dengan ilmu sendiri...
Masih belum ada siddiq dalam diri...

Siddiq dalam diri sendiri...
Tiada perbezaan dalam hati...
Siddiq dibentuk melalui hati...
Membenarkan risalah Nabi...

Wallahualam bissawab..

#siddiqdalamdirisudahtiada
#dimanakankucariganti