Khamis, 20 Ogos 2015

DIAM & PERHATI



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Salam sejahtera wahai insani...
Dalam mengharungi kehidupan ini...
Adakalanya perlu diam, lihat dan nikmati...
Kerana kalam hanya mampu cerita illusi...
Bukanlah suatu hakiki....
Merasai dan menikmati...
Bagai suatu teka-teki...
Merenung jauh ke lubuk hati...
Demi menyelami diri sejati...


Istilah dan bahasa merungkai dilemma diri....
Cerita demi cerita hanya satu kiasan diri.....
Untuk direnungi...
Untuk dinikmati...
Untuk dihayati...
Diam dan renungi...
Terkandung alam dalam diri...
Sekadar melalui....
Perjalanan diri....


Menghayati dan menikmati....
Keindahan syurgawi....
Alam sejagat meliputi...
Rahsia Nur Illahi...
Menaungi martabat diri....
Memulangkan amanah yang diberi...
Kelahiran bayi maknawi...
Menghayati dan menikmati...
Keindahan alam yang meliputi...
Tanpa persoalan dan rencana diri....
Melangah tanpa persoalan dihati...
Menyerah diri...


Mengikut gerak dan rentak diri sejati...
Tiada lagi dakwa dakwi...
Tiada lagi timbangan dalam diri...
Melepaskan semuanya pada empunya diri....
Mengikut gerak nurani....
Bebas tanpa detik dalam diri...

"Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan keadaan engkau berpuas hati,
 lagi diredhai. Serta masuklah engkau dalam kumpulan hamba-hambaku yang berbahagia.
 Dan masuklah ke dalam SyurgaKu! " 
(Al-Fajr 89:27 - 30)

‪#‎MerenungiHiasanDuniawi‬
‪#‎BerbahagialahWahaiJiwaYangTenang‬
‪#‎RedhaLagiMeredhai‬

Sabtu, 4 Julai 2015

™~Warna-warni Kehidupan~®



Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...
Salam muafakat dan sejahtera untuk semua...
Semoga kalian sentiasa....
Dalam rahmat, taufik, hidayah dan inayahnya...

Warna-warni kehidupan...
Mewarnai seluruh alam insan...
Lahirnya bagai putihnya kain...
Bersih, suci dan murni hanya kiasan...

Corak dan warna tiada dalam ingatan…
Ibu-bapalah yang mewarnai kehidupan....
Islam, Nasrani mahupun Majusi bergantung pada corakan...
Agama, bangsa dan budaya pada insan...

Warna-warni mewarnakan perwatakan...
Baik atau buruk itu terpulang pada insan...
Sikap dan watak orang tuanya menjadi pantulan...
Itulah dia warna-warni kehidupan…

Warna-warni kehidupan itu indah pada corakannya...
Mengikut watak dan peranannya...
Menyelusuri harapan dan masa..
Dari budak hingga dewasa...
Memeriahkan dunia fana...
Alam ciptaanNya...




Ini cerita dalam cerita...

Warna-warni kehidupannya...
Melambangkan perbezaannya...
Percakapan, perbuatan dan hatinya...
Maka akal dan nafsu main peranannya...
Engkau adalah engkau katanya....
Aku adalah aku, akuinya...
Mengabui pandangannya...

Keindahan warna-warni ikut pandangan
Menghimpunkan semua warna untuk satu kebenaran...
Itulah persamaan...
Menyatukan segala ciptaan...
Untuk kembali pada empunya ciptaan...

Merenung warna dalam kehidupan...
Agar sedar batasan pandangan...
Menilai diri ikut sunnah dan al-Quran..
Itulah panduan akhir zaman…
Laksanakan amanah yang telah dijanjikan...
Selagi nyawa dikandung badan...
Membawa tauladan dan pesan...
Setiap zaman...
Menjadi seorang insan...
Warna-warni kehidupan....
Wallahualam bissawab....
‪#‎warnawarnikehidupan‬
‪#‎perbezaanbukanpersamaan‬

Khamis, 2 Julai 2015

SIDDIQ



As-Siddiq gelaran diberi...
Membenarkan risalah Nabi...
Apa yang rasul kata semuanya hakiki...
Tiada keraguan didalam diri...

Luhurnya budi pekerti...
Datangnya dari hati...
Tiada iri hati...
Menabur budi pada insani...

Duhai manusiawi...
Tauladan sudah diberi...
Mengapa perlu cari salah lagi..?
Katanya kebenaran yang dicari...
Alangkah rugi...
Kebenaran dalam diri sudah dinafi...
Terhijabnya diri...
Atas perbuatan dan kalam sendiri...
Sampai bila pun tetap lupa diri...

Risalah Nabi sudah lama diberi...
Alangkah rugi...
Ibadah mu ikut kehendak diri....
Tunggangan nafsu abadi..

Sampai bila pun takkan dikau temui...
Kononnya ilmu tauhid tinggi...
Masih tertipu dengan ilmu sendiri...
Masih belum ada siddiq dalam diri...

Siddiq dalam diri sendiri...
Tiada perbezaan dalam hati...
Siddiq dibentuk melalui hati...
Membenarkan risalah Nabi...

Wallahualam bissawab..

#siddiqdalamdirisudahtiada
#dimanakankucariganti

Selasa, 23 Jun 2015

Prasangka...





Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....

Dengan namaNya yang Maha Pengasih...
Dengan namaNya yang Maha Penyayang...


Hidup manusia dalam prasangka...
Bersangka kebaikan dibalas kebaikan...
Bersangka kejahatan dibalas kejahatan..
Sukarnya hidup tanpa prasangka....


Prasangka yang diluar nyatanya didalam...
Ibu segala prasangka letaknya pada hati...
Bersangka-sangka hebatnya diri....
Bersangka-sangka tingginya ilmu dalam diri....
Bersangka-sangka banyaknya amal dalam diri....
Bersangka-sangka hanya diri dalam kebenaran...

Tapi malangnya prasangka makan diri...
Itulah penyakit hati....

Owh prasangka bermain lagi...
Kononnya ilmu yang dituntut itulah paling benar....
Umpama si Khidir dengan Musa...
Tapi malangnya dikau terpedaya...

Prasangka membuta mata hati...
Terperangkap antara akal dan nafsu...
Prasangka tetap prasangka...
Dikau sangkaNya begitu hampir....

Sebenarnya dikau yang menjauh...
Jauhnya dikau kerana prasangka....
Prasangka membataskan pandangan..
Terhijabnya dikau kerana prasangka....

Nafsu menjadi raja...
Sangkanya sang pipit dirinya enggang...
Malangnya cermin kaburkan pandangan...
Prasangka menguatkan rasa ciptaan diri...
Prasangka membuatkan dikau lupa diri...
Dikau lupa amanah yang diberi...
Dikau lupa siapa sebenarnya pemilik diri...
Taksubnya dikau kerana prasangka...



Ya..
Tuhan mengikut prasangka hambanya...
Kerana kasihnya mendahului kemurkaan...
Tapi apakan daya...
Prasangka hamba mendahului Tuhannya...
Prasangka hamba kerana nafsunya....

Engkau adalah engkau....
Aku adalah aku....
Bebaskanlah dikau dari prasangka...
Hidup tanpa prasangka itu bahagia...
Hidup tanpa prasangka itu kembali...

Kembalinya diri kepada empunya diri...
Laksanakan amanah yang diberi...
Membawa rahmat seluruh alam...

Wallahualam...

‪#‎prasangkamembawaderita‬
‪#‎prasangkabuatdirialpa‬
‪#‎lupasiapakita‬

Rabu, 20 Mei 2015

Perjalanan Ku


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....
Salam Sejahtera Wahai Insan yang bernama Manusia...
Tika ini jam 1:51 AM 20 May 2015 bersamaan 2 Sya'aban 1436 Hijrah..
Terdetik dihati kecil ini untuk mencoretkan suatu kisah perjalanan ku...
Masih bernafas dengan rahmat, taufiq, inayah dan hidayahNya...
Setelah berliku-liku jalan dilalui...
Bukan sekadar mimpi yang tak pasti...
Teringat daku persoalan dari arwah bapak yang dikasihi...
Allahumaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu...
Katanya sampai bila mahu serius dalam perjalanan?
Menjadi seorang Dai'e dan berkhidmat untuk jemaah?
Tika itu daku masih bujang....
Tika itu daku masih ada pilihan...
Tika itu daku terjumpa suatu jalan...
Lalu daku jawab sepontan tanpa perlu fikir lama...
Daku masih mencari jawapan...
Daku masih mengembara mengenal jalanNya...
Doakan daku jumpa jalan pulang....
Tika ini daku seorang bapa....
Tika ini daku tiada lagi pilihan....
Tika ini juga jalan yang berliku ku redah tanpa rasa...
Sudah puas bermain rasa...
Sudah puas bermain kata...
Sudah puas bermain pencak dan tatasusila....
Tujuh tahun masa berlalu...
Datang dan pulang bersilih ganti...
Watak dan lakonan bertukar wajah...
Sabar dan redha dalam perjalanan....
Ini cerita dalam cerita....
Da'ie dan jemaah diri itu perlu...
Renung dan tenung sedalamnya...
Tenggelam dalam lubuk rasa....
Setiap anggota tubuh tahu peranannya...
Yang mengawal hanya SATU...
Salah satu sakit, terasa semuanya...
Bersemayamlah ia mengikut makamnya...
Dari banyak kepada SATU...
Terhimpunnya anggota membentuk tubuh....
Didaftarkan akan ia atas pertubuhan...
Melengkapkan akan ia tanda kesempurnaan...
Insan Kamil nama diberi...
Seluruh alam terbentang luas...
Menyata akan ia suatu pembendaharaan sejagat...
Perkataan, Perbuatan dan Hati membentuk SATU...
ISLAM nama diberi....
Maka...
Sejahteralah wahai insan manusia....
Berlegarlah di alam maya...
Mengikut rentak dan gayaNya....
Sedar dalam gerak.... 
Mengikut tertib susunanNya...
Berkias dalam cerita...
Usahlah pandang diri yang hina...
Si buta dengan tongkatnya....
Meraba tika siang....
Celiknya mata tapi masih buta...
Maka peganglah ia akan tongkatnya....
Berpandu rasa dihujung tongkatnya...
Pendengaran membentuk tujuan....
Melangkah penuh hati-hati agar tidak tersandung jalan....
Andai kata jatuh maka jatuhlah...
Sabar dan redha bersulam tawakal...
Hidup perlu diteruskan....
Pedulikan kata dan tohmahan....
Nasihat Sang Ariffin dijadikan panduan...
Sekian saja sedikit coretan...
Berundur daku dalam perjalanan....
Kembali daku pada empunya diri...
Wallahualam Bissawab...
Berkalam sekadar perlu...
Hanya menghilangkan tawa dalam tangisan...


Ku sudahi coretan Jam 2:58 AM 20 May 2015 bersamaan 2 Sya'aban 1436 Hijrah.
Sekian...
Wassalam...

Khamis, 14 Mei 2015

Gurindam Jiwa Luahan Rasa










Salam Sejahtera wahai insan...
Dengan nama Allah Yang bersifat Ar-Rahman...
Dengan nama Allah Yang bersifat Ar-Rahim....
Dalam menempuhi kehidupan seharian...
Mencari makna dalam kehidupan...
Kasih dan Sayang memayungi seluruh Alam...
Hadirnya membawa Rahmat seluruh Alam...
Dari kacau bilau kepada kesejahteraan...
Tenang dalam gerak dan kalam....
Yang Luar menyatakan Yang Dalam....
Berkocak diluar maka begitulah dalamnya...
Hening tika diam...
Nafas tahan dan lepas bersulam rasa...
Berbicara rasa dalam renungan...
Melihat alam berselindungan...
Hati membentak nyata kalam dan af'al..
Tenang dalam keputusan...
Tenang dalam menyusun langkah dan harapan...
Wahai insan manusia gelaran istimewa...
Meriahnya dunia dengan ragamnya...
Baik dan buruk jadi sempadan...
Menyatakan indah dunia ciptaan...
Merenung Qalbu rahsia kehidupan...
Siapa pemandu jadi ikutan..
Iman dan nafsu bersalahan...
Kasih dan SayangNya mendahului Kemurkaan...
Memancing rasa dalam renungan...
Tafakur Sang Sufi kian sunyi...
Hilang diri seketika....
Merenung jauh ke lubuk rasa...
Pertemuan Sang Raja dan sang hamba...
Menyemai kasih maghfirahNya...
Tengelam cahaya dalam cahaya...
Nikmatnya sukar diluahkan kata...
Jalan rahmat dan amal itulah ia...
Tiada bahasa dan istilah untuk menyatakannya...
Tempuh saja diruangan rasa...
Perjalanan berliku dan berpaku...
menusuk luka dan pedih dalam rasa...
Renung dan tenung sedalamnya...
Hilang rasa itulah bahagia...
Berjalan ikut rentaknya...
Merdekalah Sang Hamba suka ria...
Tersenyum setiap ketika...
Belenggu terurai jiwa...
Jeritan Qalbu kepuasan kata...
Redha dan meredhai...
Antara kekasih dengan kekasih...
Kembalinya jiwa yang tenang....
Mengadap kesempurnaan...
Wallahualam Bissawab....
‪#‎madahsanghamba‬

Isnin, 6 April 2015

KeMATIan itu PASTI...




Apabila tiba masanya...
Walau sesaat tidak berganjak...
Perginya dijemput..
Datangnya bersambut...

Apabila matinya anak adam..
Terputuslah segala amalan..
Kecuali tiga perkara...
Ilmu yang bermanfaat...
Sedeqah jariah...
Anak yang soleh....

Amalan yang menjadi pegangan...
Agar akhirat tidak ketandusan...
Dunia sementara...
Ladang bekalan akhirat sana...

Husnul khatimah jadi harapan...
Agar dijauhkan Su'ul Khatimah..
Permulaan yang baik...
Kesudahaan juga yang baik..

Wahai jiwa yang tenang...
Kembalilah kepada Tuhan Mu...
Dengan keadaan engkau berpuas hati..
(dengan segala nikmat yang diberikan)..
Lagi diredhai(di sisi Tuhanmu)..
Maka masuklah dalam kumpulan hamba-Ku yang berbahagia..
dan masuklah ke dalam syurga-Ku
(Quran, Surah al-Fajar, 89:27-30)

Wallahualam Bissawab...